Co-Chairs Y20 Indra Dwi Prasetyo kepada Korankaltim.com usai kegiatan malam tadi menjelaskan, tujuan Pre-Summit Y 20 pertama ini adalah menghimpun suara dari daerah untuk kemudian memberikan partisipasi mereka terhadap isu-isu yang akan dibawa di Y20.
"Kedepannya isu-isu itu nanti akan dirancang dan kami jadikan komunikasi untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, setelah itu didistribusikan kepada kepala negara G20 lainnya," kata Indra.
Balikpapan dipilih jad penyelenggara karena konsen terhadap lingkungan juga terkait isu Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, sehingga penyelenggara melihat Kota Beriman merupakan kota strategis untuk membicarakan lingkungan dan ekosistem berkelanjutan.
Untuk IKN mengenai lingkungan, seperti disampaikan Isran Noor, ada kalkulasi-kalkulasi yang telah dilakukan dan memang tugas pihaknya adalah mengawasi.
Meski demikian Indra, mereka melihat banyak hal yang dapat dipelajari dari IKN, diantaranya visi besar Indonesia.
"Sebagai anak muda peran mereka ada disini, anak muda harus memberikan kontribusi lebih. Kalau ada masukan kami akan berikan hari ini, kalau ada hal yang baik yang dapat diambil dibawa pulang ke negara masing-masing," papar Indra lagi.
Ada empat isu besar yang akan diangkat dan dibawa ke Presiden,yaitu masalah tenaga kerja anak muda, digital transformasi, ketiga terkait ekosistem berkelanjutan dan keempat inklusif tentang keberagaman.
"Keempat isu itu kami anggap yang selama ini menjadi kekuatan anak-anak muda di Indonesia," jelas Indra.
Sementara Isran Noor menambahkan, digelarnya Pre-Summit of Youth 20 agar delegasi dari berbagai negara bisa melihat langsung kawasan yang menjadi IKN Nusantara yang luasannya mencapai 621 hektar.
“Kenapa di Balikpapan, supaya nanti ada delegasi yang mau kesana melihat, apakah disana itu IKN akan merusak lingkungan atau tidak,” sebut Isran.
Pembangunan infrastruktur jalan maupun bangunan dari total lahan yang masuk kawasan IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) itu hanya sekitar 5 persen.
Dalam rencana pembangunan itu kan, lahan itu pasti tidak akan diganggu kawasan hutannya, karena kawasannya itu berada disekitar 256 ribu bahkan sampai mencapai 621 ribu hektar
“Dan itu hanya kurang dari sekitar 5 persen yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung termasuk jalan-jalan,” tutup Isran.
Penulis-Laeko
Editor: Aspian Nur