Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud membuka kick off kegiatan ini siang tadi.
Disebutkan Rahmad, pencanangan BIAN ini sebagai upaya membangun kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi lengkap untuk anak.
“Pelaksanaan BIAN di Balikpapan mencakup imunisasi campak dan rubella dengan sasaran 111 ribu anak berusia 9 bulan hingga 12 tahun,” kata Rahmad.
Diakuinya, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap bagi anak di Balikpapan menjadi rendah.
Dampaknya, ribuan anak di Kota Beriman berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti difteri, tetanus, campak, rubella dan polio.
“Saya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kasus hepatitis akut yang mulai ditemukan di Indonesia, meskipun hingga saat ini belum masuk ke Balikpapan,” tegas Rahmad.
Orang nomor satu di Balikpapan ini juga berharap masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten karena sebagain besar penyakit bersumber dari kurangnya kedisiplinan menjaga kebersihan dan pola hidup yang tidak sehat.
“Mari hargai kesehatan sebagai aset berharga untuk menjalani hidup yang produktif dan bahagia,” paparnya.
Tema yang diusung dalam kegiatan ini yaitu melindungi anak Indonesia dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty menambahkan, selama periode BIAN, satu dosis imunisasi campak-rubella akan diberikan terlepas dari status imunisasi sebelumnya.
Hal ini sesuai dengan target berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah.
“Satu atau lebih jenis imunisasi akan diberikan untuk melengkapi status imunisasi anak usia kurang dari 5 tahun,” kata Sri.
“Kami kembali mengingatkan vaksinasi rutin anak yang dulu sudah jalan sebelum pandemi. Jangan sampai kembali muncul penyakit,” harap Sri.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur