"Nggak mungkin dong kita berbagi di jalan protokol, khususnya yang rawan macet. Jadinya kita mengorbankan masyarakat. Apalagi sekarang jamnya pulang kantor nih, harusnya bisa cepat berkumpul dengan keluarga," kata Arif pada Kamis sore (28/4/2022).
Alasan BMI berbagi takjil di lokasi tersebut rupanya tak cuma itu. Melainkan sekaligus sebagai bentuk kritik kepada legislatif maupun eksekutif terkait ketiadaan Wakil Wali Kota Balikpapan yang definitif. Juga untuk mengingatkan masyarakat.
"Kami menyayangkan, kenapa sampai sekarang masih kosong jabatan wakil wali kota ini. Karena rumah dinas ini habiskan Rp1 miliar untuk renovasi. Harusnya bisa digunakan sesuai dengan fungsinya," tutur Arif sembari mengatur anggotanya untuk membagikan takjil.
Menurutnya, sosok dan peran Wakil Wali Kota Balikpapan sangat dinantikan masyarakat. Khususnya dalam duet kepemimpinan dengan Rahmad Mas'ud sebagai Wali Kota Balikpapan.
"Jika ada wakil wali kota di sini, warga sekitar bisa bersentuhan langsung dengan wakil wali kotanya. Makanya saya harapkan legislatif dan eksekutif membuka diri, melihat gerakan hari ini. Ada aksi, ada reaksi," tegasnya.
Sejatinya sudah ada beberapa nama yang mencuat ke permukaan untuk menjadi Calon Wakil Wali Kota Balikpapan. Mulai dari Budiono dari PDI Perjuangan, Sabaruddin Panrecalle dari Partai Gerindra dan Denny Mappa dari Partai Demokrat.
"Apa sih masalahnya sampai saat ini. Padahal saya melihat berita di berbagai media, sudah ada yang akan mencalonkan. Tunggu apa lagi," serunya.
Sekretaris DPC BMI Kota Balikpapan, Yusha Khadafi menambahkan, aksi berbagi takjil di depan Rumah Dinas Wakil Wali Kota Balikpapan telah dipersiapkan lebih kurang dua pekan.
"Ada 350 kotak takjil kami bagikan. Kami juga melakukan aksi di depan rumah dinas supaya masyarakat juga melek atas tidak adanya wakil wali kota yang definitif," imbuhnya.
Sementara salah seorang warga yang menerima takjil, Achmadi Abdullah sependapat dengan aksi yang dilakukan BMI karena merupakan bentuk kritik yang membangun.
"Kalau soal pemilihan wakil wali kota itu kan politik ya, tapi Balikpapan memang belum ada sampai sekarang. Padahal jabatan Wali Kota Balikpapan yang ada saat ini sudah hampir satu tahun," ucap Achmadi.
Seperti diketahui, Rahmad Mas'ud dilantik sebagai Wali Kota Balikpapan pada 31 Mei 2021 lalu untuk periode atau masa jabatan 2021-2024. Pelantikan kala itu tanpa Wakil Wali Kota Balikpapan.
Pasalnya, Thohari Aziz meninggal pada 27 Januari 2021 setelah mendapat perawatan intensif akibat terpapar Covid-19. Alhasil terjadi kekosongan pejabat Wakil Wali Kota Balikpapan selama 11 bulan.
Penulis: Hendra
Editor: Supiansyah