Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud usai Rakor mengatakan, dari hasil pembahasan, termasuk tuntutan dari pengusaha transportasi, pihaknya juga memaklumi mereka dengan keterbatasan jam ini pasti menghambat kerja operasional dan pendapatannya.
"Tapi sekali lagi keselamatan masyarakat juga jauh lebih penting. Dari rapat ini hasil kata kesepakatan kita, ada penambahan. Bahwa kami minta dari pengusaha-pengusaha, untuk kendaraan yang muatan kosong, itu tidak menunggu jam tertentu, kita akan bahas lebih rinci pada Senin hari ini," ujarnya.
Mudah-mudahan disepakati permintaan dari pengusaha. Bahwa mobil yang kosong itu bisa kembali kapan saja.
"Saya pikir itu bagus juga. Tetap jam 5 batasannya sampai 10 malam. Akan tetapi jam kembalinya yang kosong, mungkin ada waktu-waktu tertentu yang bisa kita longgarkan. Insyaallah kita longgarkan, itu tuntutan permintaan dari pengusaha transportir ekspedisi," tegasnya.
Kemudian mengenai pengusaha angkutan barang yang minta tambahan solar pihaknya juga sudah bahas. Untuk itu pihaknya akan menghitung dulu kuota yang diberikan untuk Balikpapan.
"Dari Pertamina juga kami hadirkan dan menyuruh hitung jika memang kurang kita minta tambahan. Karena kalau melihat secara hitungannya, bahwa 2019. Itu kita dapat kuota 34 ribu KL per tahun. 2021 turun menjadi 30 ribu KL. Dan 2022 turun lagi. Mungkin disini ada mis, kita berharap harusnya naik nah kok turun sementara pembangunan dan penunjang ibu kota negara( IKN ) pasti akan banyak menggunakan BBM," jelasnya.
Lebih lanjut dia terangkan, adapun masalah kuota BBM, kalau nanti hitungan riilnya Balikpapan kekurangan, mungkin pihaknya akan melakukan penambahan kuota dengan Pertamina.
"Itu khusus bagi minyak subsidi. Jadi kita berharap teman-teman ini tidak menyalahgunakan BBM subsidi karena khawatir, akan berdampak pidana," imbahnya.
Kemudian lanjut dia terangkan, bahwa terdapat aturan ada kriteria kendaraan yang bisa muat Subsidi maupun industri. Artinya hasil perkebunan termasuk juga hasil tambang.
"Kriteria inilah yang kami akan bahas selanjutnya, agar sopir ini juga gak ada masalah dalam pengisian BBM Minyak subsidi," pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah