Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat bahwa, beberapa kota tak terkecuali Balikpapan mengalami tren kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19.
"Sehingga Balikpapan ditetapkan menjadi level 3, berdasarkan hasil pertemuan Menteri Ekonomi, Panglima, Pangdam seluruh Indonesia dan Kapolri," ujarnya, Minggu (13/2/2022).
Oleh karena itu, dia berharap dalam pembatasan level 3, untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditiadakan dulu melainkan Belajar Dari Rumah (BDR) saja.
"Jadi bukan diliburkan melainkan BDR. Kemudian pembatasan-pembatasan sesuai evaluasi tadi termasuk fasilitas umum akan kami batasi," terangnya.
Rahmad menyarankan masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 dan tidak memerlukan perawatan agar tetap di rumah saja. Hal itu sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan (Menkes).
"Jadi cukup di rumah lakukan isolasi. Tak usah panik kecuali ada gejala berat dan memang memerlukan penanganan medis baru ke rumah sakit," jelasnya.
Tak hanya itu dia juga katakan, pemerintah saat ini menyiapkan Isolasi terpadu (isoter) yang berada di Hotel Grand Mustika.
"Mudah-mudahan tidak penuh lah, karena saat ini sudah terisi 80 persen. Oleh karena itu, agar tidak penuh, kami minta masyarakat jangan panik," paparnya.
Beberapa langkah saat ini juga tengah diambil Pemkot Balikpapan. Di antaranya, percepatan vaksinasi bagi lansia dan dosis lanjutan atau booster bagi masyarakat umum.
"Kemudian PPKM Mikro kami hidupkan lagi, sebagai langkah mengantisipasi penyebaran Covid-19. Tak kalah penting yaitu kesadaran masyarakat, kalau PPKM Mikro tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat yah sama saja bohong kan? "tandasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah