Masyarakat terutama mereka yang tinggal di Balikpapan Barat sudah mengantri sejak pukul 07.00 WITA, padahal operasi pasar baru dibuka dua jam kemudian atau jam sembilan pagi.
Panitia juga tidak menyediakan pembatas antar pengunjung serta tidak tersedianya pemeriksaan suhu tubuh dan perangkat cuci tangan sehingga protocol kesehatan tidak terlihat dalam kegiatan ini.
"Saya datang sejak pagi sudah ngantri berdesakan sama warga lain, soalnya harganya murah jadi banyak yang beli, " kata Siti Munawaroh, ibu rumah tangga warga Baru Tengah yang ikut mengantri kepada Korankaltim.com.
Camat Balikpapan Barat M Arif Fadhilah mengakui antusiasme masyarakat diluar ekspektasi mereka dan akan ada evaluasi.
"Perlu dievaluasi kalau ada kegiatan lagi, perlu opsi-opsi tempat yang digunakan lagi. Ini baru pertama dan ternyata masyarakat sangat antusias,” kata Arif.
PT KRN menyediakan paket minyak goreng sebanyak 3 ribu liter. "Disediakan KRN 3 ribu liter, satu kepala keluarga dapat dua liter," jelasnya.
Petugas kepolisian dari Polsek Balikpapan Barat ikut membantu pengaturan lalu lintas serta membantu pendataan masyarakat yang akan membeli minyak goreng murah.
"Ini kami sudah melakukan pengaturan juga supaya tidak melanggar protokol kesehatan tapi kami tetap berusaha untuk mengatur jangan sampai bergerombol, " paparnya.
Ada 15 personel dari Polsek Balikpapan Barat yang membantu bersama anggota Koramil Balikpapan Barat sebanyak 6 orang.
"Selesai kegiatan kami melakukan evaluasi, selanjutnya kalau ada kegiatan serupa kami carikan tempat yang lebih luas, mungkin di halaman gedung olahraga karea kalau di halaman kecamatan sempit, " tutupnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur