Mereka juga ikut memanen udang vaname yang berada di sebuah kolam terpal di atas lahan seluas sekira 15 x 6 meter persegi. Udang tersebut juga dibudidayakan di kolam tanah dengan ukuran yang lebih luas.
Selain memanen, para pejabat utama juga menyebar ribuan benih udang vaname ke dalam kolam tanah. Lokasi budidaya udang vaname hanya berjarak sekira 50 meter dari Lapas Balikpapan.
Kepala Kanwil Kemenkumham Sofyan mengatakan budidaya udang vaname menjadi salah satu usaha keterampilan yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bekal ketika keluar dari Lapas.
"Adanya kegiatan ini menambah keterampilan kepada para WBP sehingga ketika keluar ada bekal ilmu selain itu juga bisa menambah perekonomian,"ujarnya.
Dia mengatakan udang vaname termasuk dalam kategori udang yang hidup di air asin. Selain itu dari segi nilai gizi juga lebih tinggi."Agak unik jadi udang ini pertama karena dipelihara dengan air asin jadi tingkat vitamin lebih tinggi, lahan seluas ini digunakan untuk pertanian dan peternakan serta untuk perikanan," paparnya.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengapresiasi langkah Lapas Balikpapan yang mengembangkan budidaya udang vaname. Budidaya udang vaname bisa diterapkan oleh masyarakat Balikpapan yang tidak harus memiliki lahan yang luas.
"Ini sesuatu yang patut dibanggakan karena Balikpapan tidak memiliki sumber daya yang melimpah, namun inovasi kemandirian ini dapat memanfaatkan lahan yang minim. Ini bisa jadi percontohan kalau budidaya di satu rumah budidaya udang vaname tentu akan bisa menghasilkan nilai perekonomian harus ada inovasi hitung-hitung bisa menjadi tambahan nilai ekonomi,"timpalnya.
penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan