"Ada peningkatan dari bulan lalu, dan hari ini terakhir animo masyarakat juga ramai," ucapnya kepada awak media, Kamis (11/11/2021).
Kendati, antusias masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan, untuk capaian target agak melemah. Untuk data sementara sampai ke triwulan keempat ini, hanya mencapai 85 persen khusunya untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sama halnya dengan dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN- KB) hanya mencapai 77 persen.
"Dari target yang ditentukan untuk BPN sejumlah Rp 183 miliar dan BBN-KB sebesar Rp 248 miliar," jelasnya.
Ia menilai beberapa kendala dalam capaian target tersebut di sntaranya adalah kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini merosot. Sehingga masyarakat lebih mengutamakan kepentingan primernya dahulu.
Kemudian juga faktor tidak adanya lagi razia yang digelar Satlantas juga turut mempengaruhi capaian target PAD
"Karena memang, jika hari ini dilakukan razia, itu setelah seminggu kemudian terjadi peningkatan masyarakat yang membayar pajak. Kami juga sudah memohon agar melaksanakan razia. Hanya memang saat ini dari Dirlantas masih terikat aturan melarang razia di kondisi Pandemi Covid-19 oleh Korlantas," paparnya.
Sebagai informasi, pasca PPKM Level 2 di Balikpapan, semua pelayanan di kantor samsat sudah melakukan pelayanan seperti biasa, tidak ada lagi pembatasan-pembatasan. Pada saat itu samsat hanya menyediakan layanan e-samsat delivery dan e-bhabinkamtibmas, hal itu sebagai masyarakat yang terbilang "gaptek" masih sulit untuk mengaksesnya.
Kemudian, di masa PPKM level 2 dan 3 UPTD melaksanakan tagihan tunggakan baik secara Door to door, menyampaikan surat tagihan pajak daerah (STPD) dan tagihan sebelum jatuh tempo kepada wajib pajak.
"Karena target kita ini betul-betul kita harus kejar, kalau dalam level 4 itu memang ada penurunan penerimaan kita, tapi kita akan genjot pada saat November, Desember ini. Sehingga target kita dapat terpenuhi semuanya," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan