Ketua ACT Kaltim, Imron mengatakan tujuan diselenggarakannya OPM ini tidak lain untuk meningkatkan martabat dari penerima manfaat. Kemudian pada kali ini disalurkan kepada seluruh pesantren di kota Balikpapan sebanyak 145 paket OPM.
"Jadi mereka hanya membayar setengah harga. Adapun paket yang kami berikan terdiri dari beras, telur kecap gula dan tempe. Khusus lauk pauk tempe ini kami beli dari masyarakat yang sudah kami bantu untuk UMKM-nya," jelasnya.
Lebih lanjut untuk harga satu paket dalam OPM tersebut harga sebenarnya Rp 140 ribu. Namun untuk saat ini pihaknya berikan potongan harga satu paket Rp 70 ribu, setengah dari harga sebenarnya.
"Jadi dari hasil penjualan setengah harga ini kami buatkan lagi program OPG untuk masyarakat secara gratis ," ucapnya.
Pihaknya akan tetap bersinergi bersama MUI Balikpapan dengan menyasar pengasuh pondok pesantren, karena mereka yang telah berjasa mencetak bibik pendakwah.
Sekjen MUI Balikpapan, Muslih Umar juga ikut mengapresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Jadi memang patut harus kita dukung untuk kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus berlanjut, terutana bagaimana bersama kita memikirkan masalah umat. Sekali saya atas nama pengurus MUI mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi amal kebaikan untuk kita bersama," pungkasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan