"Kita sudah siap bekerjasama dengan pihak bank untuk menyiapkan sofware dan hardware nya hanya saja kita perlu berkoordinasi dengan operator sehingga tidak ada lagi permasalahan. Di dalam rapat tadi sepakat melaksanakan chasless pada nanti beberapa hal yang menjadi catatan kita diskusikan kembali sehingga pada saat pelaksanaan di lapangan bisa lancar,"ujarnya.
Untuk implementasi mekanisme dengan pembayaran chaslees kata Daila ditargetkan pada 2022. Namun demikian dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.
"Target mudahan sebelum 2022 sudah bisa dilakukan kita siapkan launching dan sosialisasi ke masyarakat, yang menjadi kendala persiapan dan persamaan persepsi dengan operator karena kita di BPTD berbeda dengan ASDP, kita masih terkendala terkait SDM dan aturan,"tuturnya.
Menurutnya urgensi dilakukan mekanisme cashless selain perintah dari Kemenhub bahwa semua pelabuhan penyeberangan untuk menerapkan pembayaran secara chaslees, juga untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran tiket.
"Urgensniya adalah ini perintah dari pusat bahwa semua pelabuhan penyeberangan melaksanakan cashlees selain itu untuk memudahkan masyarakat dalam pembayaran. Kita berharap masyarakat tidak membawa uang, tidak kerepotan menyiapkan uang kembalikan akan lama,"paparnya.
Dengan pembayaran non tunai ujar Daila masyarakat akan lebih efisien dan tidak perlu membayar secara tunai."Tentu akan lebih nyaman dan aman karena tidak ada uang tunai sehingga dengan berjalannya itu lebih mudah dalam hal pengawasan selanjutnya tidak perlu banyak loket , alat chaslees hanya satu dan petugas hanya melakukan pengawasan saja,"jelasnya.
Penerapan cashless juga menjadi upaya memotong pengkondisian muatan dengan memberikan cashback kepada para sopir truk. Ketika diterapkan chaslees praktis semua akan tercatat ke sistem.
"Masalah cashback kita tidak melihat sampai di situ ya, itu adalah kewenangan operator masing-masing kita sudah melaksanakan cashlees dan pembayaran penjualan tiket sesuai aturan yang ada. Tugas kita melaksanakan sesuai dengan nilai yang ada di Perhub dan masuk ke rekening akan dibayarkan ke operator sesuai muatan,"bebernya.
Daila memaparkan terkait mekanisme chaslees yang mana tidak jauh berbeda ketika memasuki pintu tol. Masyarakat tingga tap kartu dan otomatis saldo akan tergolong dan uang tersebut masuk ke rekening khusus.
"Sama saja di tol kita tap selanjutnya masuk ke rekening yang sudah disiapkan jadi kami akan menyiapkna rekening khusus untuk menampung pembayaran sehingga dari hasil tagihan teman operator kita distribusikan sesuai daya angkut,"terangnya.
Penerapan pembayaran secara chaslees juga disambut baik oleh salah satu operator Manajer Cabang Dharma Lautan Utama Cabang Kariangau, Andri Irawan. Menurutnya penerapan mekanisme cashless bisa mengarah ke penjualan tiket online.
"Kami dari pihak operator selama itu baik untuk masyarakat Kaltim kita setuju saja karena dengan sistem yang diperlukan kita bisa nanti itu arahnya kan tiket online kita bisa lihat di setiap aplikasi artinya kan program ini yang akan mendapat keuntungan masyarakat Kaltim pada khususnya,"timpalnya.
Dia mengaku tidak banyak menyiapkan persiapan dalam mendukung pembayaran tiket melalui mekanisme chaslees karena menjadi kewenangan regulator.
"Persiapan dari pihak operator mengikuti saja karena sistem yang membuat kan regulator, pihak operator tetap sama sistem cash maupun cashlees sama cuma sistem berbeda ini yang bikin regulator,"tandansya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan