Ketua DPRD Kota Balikpapan, Abdulloh mengatakan, penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini akan mengacu pada visi misi wali kota terpilih.
Setelah itu tim anggaran Pemerintah Kota dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balikpapan melakukan penyesuaian antara ketersediaan anggaran dan belanja daerah.
“Tugas kami sudah selesai menghilangkan defisit tahun ini. Posisi terakhir, defisit masih menyisakan sekitar Rp131 miliar sekarang sudah zero. Jadi kepentingan wali kota sudah terakomodir,” kata Abdulloh usai rapat paripurna kepada Korankaltim.com siang tadi.
Hasil kesepakatan ini akan dituangkan dalam penetapan di sidang paripurna yang mana ada empat sidang yang harus dilalui, diantaranya nota penjelasan wali kota atas APBD Perubahan 2021, pandangan umum fraksi di DPRD Balikpapan, jawaban wali kota atas pandangan fraksi dan pandangan akhir masing-masing fraksi bersama penandatanganan kesepakatan.
“Nanti berita acara kesepakatan kami kirimkan ke Gubernur Kaltim untuk dievaluasi sebelum ditetapkan sebagai perda APBD Perubahan 2021. Jika nantinya hasil evaluasi gubernur tidak ada masalah langsung bisa dibuatkan perdanya,” papar Abdulloh.
APBD Perubahan tahun 2021 akan mengalami kenaikan dari nilai APBD murni yang semula Rp2,2 triliun dan APBD Perubahan tahun 2021 menjadi Rp2,7 triliun, sesuai hasil pembahasan antara tim anggaran pemerintah kota bersama badan anggaran di DPRD Balikpapan.
"Kalau dari penjelasannya tadi, APBD Perubahan 2021 itu sebesar Rp 2,14 triliun yang kemudian ditambah dengan belanja menjadi Rp2,79 triliun," paparnya.
Dengan penambahan itu, yang awalnya APBD Perubahan Kota Balikpapan Tahun 2021 mengalami defisit sebesar Rp640 miliar namun ditutupi dengan realisasi pendapatan asli daerah, tidak ada defisit karena untuk APBD Perubahan tidak boleh ada defisit harus zero antara pemasukan dengan pengeluaran.
“Jadi ada tambahan belanja hingga Rp640 miliar yang akan ditutupi lewat target PAD tahun ini. Semua diupayakan secara seimbang agar anggaran yang ada mencukupi. Makanya kami memberikan tanda bintang terhadap kegiatan anggaran yang tidak prioritas untuk diarahkan ke program RPJMD,” katanya lagi.
Abdulloh optimis APBD tahun 2022 mampu membiayai program yang menjadi visi misi walikota terpilih saat ini. Karena proses penganggaran sudah mengukur dengan kemampuan keuangan daerah, termasuk harapan perbaikan perekonomian di tahun depan pasca pandemi Covid-19.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor: Aspian Nur