"Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan-Balikpapan, Erika Mardiyanti dalam press release BMKG, Rabu (15/9/2021).
MJO saat ini pada fase 3 (Samudera Hindia) diprakirakan akan bertahan di fase 3 dan 4 dalam sepekan ke depan. Terlihat anomali suhu muka laut cukup tinggi hingga mencapai 5°C di Selat Makassar. "Oleh karena itu faktor-faktor tersebut pada pekan ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Kalimantan Timur," sambungnya.
Potensi hujan sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan berdasarkan model terdapat di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jambi, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Kondisi cuaca pada periode ini akan didominasi dengan kondisi cerah berawan hingga berawan, Potensi hujan lebat diprakirakan akan terdapat di Kalimantan Timur.
Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang yang disertai kilat/guntur diprakirakan hampir di sebagian besar wilayah di Kalimantan Timur Bagian Utara (Berau), Kalimantan Timur Bagian Timur (Bontang, Kutai Timur, Samarinda, dan Kutai Kartanegara bagian Timur), Kalimantan Timur Bagian Barat (Kutai Barat, Mahakam Ulu dan Kutaik Kartanegara bagagian Barat) dan Kalimantan Timur Bagian Selatan (Balikpapan, PPU dan Paser) terjadi pada dini hari hingga pagi hari.
Berdasarkan Peta Prakiraan Berbasis Dampak, Status Waspada di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kabupaten Kutaikartanegara dan Kota Samarinda potensi dampak hujan lebat berupa genangan/banjir dan tanah longsor.
Kemudian, Informasi Prakiraan Tinggi Gelombang di wilayah Perairan Samarinda–Bontang, Perairan Kalimantan Utara, Perairan Sulawesi Tengah Selat Makasar bagian utara, Selat Makasar bagian tengah, Perairan Balikpapan, Perairan Kota Baru dan Perairan Sulawesi Barat diprakirakan Tenang (0.0 -0.5 m) sampai dengan Rendah (0.5 – 1.25 m), perlu di waspadai cuaca buruk di perairan yang dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di perairan.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Mulyono Leo Nardo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem. "Puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin dalam satu Minggu ke depan di wilayah Kaltim," kata Mulyono, Rabu (15/9/2021).
Penulis : */Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan