Dengan adanya relaksasi yang diberikan, terkhusus kepada pelaku usaha akan membuat ekonomi kembali berputar dan meningkat, sehingga berpeluang menutupi defisit Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini.
"Kita juga punya PR target PAD kita naikan sekitar Rp850 miliar diakhir tahun," kata Nurhadi, Jumat (27/8/2021).
Nurhadi menjelaskan, untuk mencapai target itu tak terlepas dari para pelaku usaha, sehingga sangat bertumpu pada pemasukan dari penarikan pajak. Kemudian suatu kota yang memiliki kekuatan ekonomi, dapat diukur dengan tingginya pedagang di malam hari.
"Termasuk pertumbuhan ekonomi dari pedagang-pedagang, itu kuncinya. Saat malam, pedagang-pedagang kuliner rame, itu menunjukkan sebenarnya kotanya bagus. Tapi kalau stag, maka bisa dianggap ekonomi kota ini jelek," ucapnya.
Terkait PAD, Nurhadi juga mengatakan Komisi II akan memanggil Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada pekan depan, untuk membahas besaran pendapatan daerah per Agustus ini.
"Hasil pendapatan sampai dengan bulan Agustus ini sudah berapa, apakah betul-betul masuk gak," tandasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan