Alat deteksi dini Covid-19 itu dipersiapkan bagi penumpang yang berangkat maupun tiba di Pelabuhan Semayang karena masa berlaku hasil dari pemeriksaan hanya 1 x 24 jam sementara penumpang bisa sampai 2 hingga 3 hari dalam pelayaran. "Jadi kami sesuaikan dengan jumlah penumpang yang masuk atau keluar dari pelabuhan," terangnya.
Pelindo bekerjasama dengan operator pelayaran dan Dinas Kesehatan Balikpapan dalam pelayanan GeNose terhadap penumpang kapal yang belum memiliki dokumen bebas Covid-19 seperti hasil rapid antigen maupun tes swab. "Bagi mereka yang belum ada, tes GeNose dulu baru bisa membeli tiket," sebut Iwan.
Tes GeNose di Pelabuhan Semayang dikenakan tarif Rp40 ribu untuk satu kali pemeriksaan. Harga tersebut sama dengan yang diterapkan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. "Kami sesuaikan, sampai seribu penumpang pun kami mampu. Itu dalam perhari. Jadi kami sudah antisipasi untuk kegiatan itu. Sekarang sudah siap 2.500 kantong," papar Iwan.
Pelayanan perdana GeNose di Pelabuhan Semayang disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty yang menegaskan penjagaan pintu masuk Kaltim harus lebih ketat. "Tidak hanya untuk Balikpapan, tapi juga melengkapi pelayanan untuk Kaltim seluruhnya," kata Andi Sri Juliarty.
Dinkes ingin semua masyarakat memanfaatkan layanan GeNose sebelum berangkat. Tujuannya sebagai deteksi sekaligus pencegahan dini penyebaran Covid-19. "Kalau memang nanti ada yang terkonfirmasi positif, maka pihak Pelindo dan KSOP akan melengkapi lagi dengan klinik untuk tes antigen. Sehingga bisa selesai di satu tempat dalam waktu yang singkat," sebut Andi.
Terlebih sudah tampak kenaikan jumlah pasien terkonfirmasi positif dalam satu pekan terakhir. Kebanyakan merupakan warga dari luar daerah. "Pekerja perusahaan yang memang datang dari luar. Baik pekerja baru maupun pekerja yang ganti kru," tutupnya.
Penulis: */Hendra
Editor: Aspian Nur