Air di Bendali Telagasari Balikpapan Surut Drastis, Pemkot segera Lakukan Investigasi
1 menit baca1.011 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Analisa sementara telah dilakukan atas penyusutan cepat yang terjadi di Bendungan Pengendali (Bendali) Telagasari. Diperkirakan karena ada rembesan melalui dasar pondasi. Kendati harus dilakukan investigasi untuk memperkuat dugaan tersebut.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi memastikan segera melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai IV dalam melakukan investigasi terhadap peristiwa yang menggegerkan masyarakat pada 17 Mei kemarin.
"Apakah tim investigasi dari BWS saja atau dari universitas, yang pasti kita siapkan anggaran. Kira-kira ada 10 titik lubang yang akan ditutup," kata Rizal Effendi, Selasa (18/5/2021).
Rizal yang akan habis jabatannya pada akhir Mei ini mengingatkan agar RT di kawasan hilir menggiatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) terutama pada malam hari.
"Khawatir curah hujan sangat tinggi dari hulu, daya tampung di bendali juga 51 ribu meter kubik, maka air akan meluncur dengan cepat. Bisa terjadi banjir bah dan tanah longsor," ujarnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Rita mengindikasikan hal tersebut karena terjadi sembulan pada kolam bendali.
"Rembesan yang melalui dasar pelimpah pondasi akan membawa material akibat perbedaan tekanan air di hulu dan hilir sehingga terjadi penyusutan dalam waktu cepat," kata Rita.
Penanganan keadaan darurat dilakukan untuk pengamanan sekitar area Bendali Telagasari. Khususnya pelimpah tanggul keliling bendali, saluran pembuang dan pintu penguras.
"Untuk mengamankan lokasi sehingga pihak-pihak yang tidak berkepentingan dilarang keluar masuk bendali. Mudah-mudahan tidak signifikan terjadi penurunan," imbaunya.
Maka dari itu tidak dilakukan penutupan pintu penguras bendali untuk menghindari tertampungnya air di waduk karena dapat membahayakan konstruksi bendali dan mengancam kawasan hilir.
"Semburan di hilir pelimpah akan ditutup sehingga tidak membawa dasar pondasi," tandas Rita.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan









