"Sejak semalam mas hujannya, sampai pagi jam 10.00 sudah mulai reda. Ini sampai sore belum selesai bersih-bersih lumpur," ungkapnya sembari membersihkan bekas sedimentasi yang masuk di dalam ruang tamu rumahnya.
Menurutnya kejadian banjir di wilayah tersebut bukan hal yang baru, namun ketika hujan dengan intensitas tinggi maka dipastikan terjadi banjir."Ya mas udah beberapakali di sini banjir, memang air lewat tapi ya menggenang bisa sampai selutut saya," tuturnya.
Tim Sar Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan bersama unsur potensi melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di dalam rumah. Salah seorang petugas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Adi Wibowo tercatat ada 150 kepala keluarga yang terdampak banjir di kawasan tersebut.
"Kami bersama unsur potensi melakukan evakuasi terhadap warga. Ada sekitar 150 KK yang terdampak,"ujarnya. Selain banjir juga sebuah rumah tidak berpenghuni di kawasan Jalan Melati RT 25 Kelurahan Klandasan Ulu Balikpapan Kota roboh. Kejadian tersebut diketahui sekira pukul 10.00 Wita.
Kondisi rumah retak parah, hingga akhirnya roboh. Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri serta relawan melakukan pembersihan puing-puing bangunan. Serta merobohkan bangunan yang membahayakan penduduk sekitar.
Camat Balikpapan Kota Heru Ressandy mengatakan rumah tersebut milik warga bernama Imam yang kini sudah pindah domisili di Bandung Jawa Barat."Jadi rumah tersebut tidak ditinggal lagi hingga kondisinya hancur, ditambah lagi cuaca ekstrem sehingga bangunan retak dan miring. Ini sangat membahayakan jiwa sehingga kami lakukan pembongkaran,"ungkapnya dilokasi kejadian.
Dikatakan Hery bahwa warga yang berdampingan dengan rumah roboh tersebut selanjutnya dievakuasi ke lokasi lebih aman untuk sementara waktu. Yercatat ada satu KK dengan jumlah lima jiwa."Ya kami evakuasi ke lokasi aman terlebih dahulu, sambil kami bersama TNI, Polri dan relawan melakukan pembongkaran secara keseluruhan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,"timpalnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan