Rizal mengungkapkan pelatihan tersebut sangat penting dilakukan sebagai langkah antisipasi dan penanganan ketika ada insiden di ketinggian.
"Pelatihan khususnya penyelamatan di bangunan tinggi ini sangat penting sekali saya menyambut baik dan apresiasi apa yang dilaksanakan Basarnas Balikpapan," ungkap Walikota Balikpapan di sela pembukaan kegiatan.
Dia berharap apa yang diberikan oleh Basarnas Pusat kepada para peserta untuk dicermati dan dipahami. "Semoga tenaga-tenaga yang dilatih ini benar-benar menjadi yang bisa diandalkan untuk upaya pencarian dan pertolongan terutama di wilayah yang di sektor ketinggian," ujarnya.
Kepala Bina Tenaga Basarnas Pusat Arif Widiyanto menjelaskan ada 30 peserta pelatihan yang berasal dari unsur TNI, Polri serta relawan. "Tujuan kami adalah bagaimana kegiatan SAR tidak hanya dari Basarnas tanpa adanya dukungan solid dari potensi SAR yang ada di sekitar," timpalnya.
Kegiatan tersebut lanjut Arif merupakan salah satu program Basarnas di seluruh Kantor SAR yang tersebut di 43 wilayah di Indonesia. "Salah satunya adalah bagaimana kami membangun potensi SAR yang optimal mungkin sehingga kita berusaha budaya SAR tidak hanya dimiliki orang-orang SAR. Tapi dapat memasyarakat harus siap apapun yang terjadi," jelasnya.
Apa yang nantinya didapatkan oleh para peserta pelatihan kata Arif diharapkan dapat diimplementasikan dan diajarkan kepada masyarakat yang lain.
"Semoga bisa ditularkan kepada masyarakat lainnya, artinya jika budaya SAR sudah terjalin kita berharap ketika ada kejadian yang tidak diharapkan terjadi semuanya siap, saling membantu dan tentunya kegiatan kemanusian dengan adanya kerjasama akan menghasilkan tujuan utama memininalisir terjadinya korban," tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Bambang Irawan