"Isolasi itu supaya tidak berpotensi menjadi penular di lingkungan sekitar. Artinya pasien tidak menularkan tapi setiap orang beda jangka waktu untuk kembali pulih," kata Agus Iriansyah, Senin (1/3/2021).
Long Covid yang paling umum dirasakan berupa sering sakit kepala, tidak bisa tidur, badan nyeri hingga tak bertenaga. Sehingga penyintas harus menjaga aliran darah tetap lancar.
"Salah satu caranya ya olahraga, jalan kaki selama setengah atau satu jam pada pagi dan sore, jangan sampai stres," ujarnya.
Olahraga pun tak dianjurkan yang berat atau sampai menguras tenaga seperti lari maupun sepak bola atau futsal. Alasannya karena kondisi kesehatan yang belum pulih 100 persen.
"Olahraga yang ringan saja dulu," imbaunya.
Penyintas berpotensi mengalami Long Covid dengan melihat riwayat kesehatan sebelum hingga usai menjalani masa isolasi mandiri atau pemulihan. Khususnya bagi yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta seperti paru-paru basah dan hipertensi.
"Ini sangat menjadi pemicu ada atau tidak sisa dari efek Covid-19 setelah dia pulih," sebutnya.
Sehingga setiap pasien maupun yang telah menyandang status penyintas diingatkan agar tetap menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga. Selain pula menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
"Kalau komorbid diperburuk karena proses pemulihan tak bagus, tidak olahraga, tidak bergerak yang secukupnya, tak mengatasi stres, ini bisa jadi berkepanjangan. Itu yang kami pahami sebagai Long Covid," tukasnya.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan