"Kesuksesan operasi pertama ini akan kami teruskan untuk kasus-kasus operasi jantung berikutnya," kata Direktur Rumah Sakit Siloam Balikpapan, Danie Poluan saat memperkenalkan Tim Bedah Jantung, Jumat sore (22/1/2021).
Ketua Tim Bedah Jantung, dr. Ivan Joalsen Mangaratua, SpBTKV menjelaskan operasi dilakukan pada pria berusia 50 tahun dengan kasus penyakit jantung koroner.
"Secara sederhana, prosedur operasi dengan pembuatan jalur baru (bypass) di sekitar arteri yang tersumbat. Jalur baru dibutuhkan agar aliran darah menjadi lancar sehingga otot jantung cukup mendapatkan nutrisi dan oksigen," jelas Ivan Joalsen.
Seluruh tahapan operasi berjalan lancar tanpa penyulit. Setelah operasi selesai, pasien dipindahkan ke Ruang ICCU (Intensive Cardiac Care Unit) untuk diobservasi dan fase pemulihan cukup cepat.
"Kondisi pasien semakin stabil. Fase pemulihan berikutnya dilaksanakan di lantai 8 ruang perawatan dan 22 Januari 2021, pasien sudah diperbolehkan untuk pulang," lanjutnya.
Tindakan operasi khususnya bedah jantung terbuka tetap bisa dilaksanakan di Rumah Sakit Siloam meski dalam masa pandemi Covid-19. Tentu dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
"Dipastikan protokol dan skrining kesehatan sebelum tindakan operasi dilakukan. Kami pastikan pasien bisa mendapatkan penanganan penyakit jantung secara optimal," tandasnya.
Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari 17 juta orang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Sekitar 31 persen dari seluruh kematian di dunia atau sekitar 8,7 juta kasus disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Bahkan Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 1,5 persen atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner.
Penulis: Hendra
Editor : Rusdi