"Kegiatan masyakarat yang tergabung di relawan kotak kosong hari ini berkegiatan dengan tertib aman dan lancar sesuaikan dengan arahan. Saya tidak izinkan masuk ke dalam halaman dome Balikpapan karena kegiatan ini belum dilengkapi dengan izin keramaian pihak berwenang kepolisian atau surat tanda penerimaan pelaporan,"ungkap Zul.
Namun demikian kegiatan tersebut di gelar di depan pintu masuk Dome Balikpapan."Dengan sangat terpaksa kita tidak mengizinkan masuk area dome jadi mereka memanfaatkan space di luar pagar tapi berjalan dengan baik. Tetap protokol kesehatan di kegiatan masyarakat ini,"ungkapnya.
Di tempat yang sama, Ketua RKK Balikpapan Darmin Sihotang mengatakan, tidak diizinkannya memasuki area Dome lantaran adanya miss komunikasi.
"Dalam kegiatan hari ini kami tidak diberikan izin oleh petugas, namun itu hanya persoalan teknis saja dan kami rasa hanya persoalan miss komunikasi saja. Kami sadar bahwa kami tidak mau dibenturkan dengan petugas Satpol PP karena mereka juga menjalankan perintah,"ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa deklarasi Kotak Kosong tersebut sebagai upaya sosialisasi kepada masyakarat bahwa Kotak Kosong di Pilkada Balikpapan masif melakukan sosialisasi. " Kami melakukan deklarasi yang tujuannya untuk memberikan informasi kepada masyakarat bahwa kolom kosong ada dan eksis dalam melakukan sosialisasi,"ujarnya.
Sementara Ketua Komando Gabungan Pemenangan Kokos Balikpapan, Solehudin Siregar menambahkan bahwa kegiatan tersebut sebagai pertemuan elemen masyarakat yang mendukung kolom kosong di Pilkada Balikpapan.
"Kami himpun semua dan akomodir masyakarat yang memilih Kolom Kosong. Kita juga sudah hampir sebulan melakukan sosialisasi dan sudah tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan sudah terbentuk,"timpalnya. Dikatakan Ustad Siregar sapaan akrabnya yang mendasari terbentuknya Kotak Kosong Balikpapan karena demokrasi di Balikpapan telah diciderai.
"Bahwa demokrasi di Balikpapan tercederai karena oligarki politik sehingga tidak bisa lagi mengusulkan kandidat lainnya kecuali oligarki itu. Kami tidak menyukai cara itu, mestinya kasih kesempatan yang lain untuk dapat bertanding,"tandasnya.[]
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Rusdi