"Sudah ada penjajakan dengan investor yang dari Inggris itu. Tapi orangnya meninggal. Ajal kan nggak bisa dicegah," kata Rizal Effendi, Selasa (28/7/2020).
Sebenarnya banyak investor dari berbagai negara yang tertarik proyek desalinasi. Investasi awal diperkirakan Rp115 miliar.
Namun harga air baku yang ditawarkan sangat mahal. Minimal Rp15 ribu per liter. Alasannya kebutuhan listrik cukup besar.
"Sementara kita jual ada yang Rp2 ribu sampai Rp8 ribu tergantung golongan. Kalau pakai tarif desalinasi ke pelanggan biasa, ya pemerintah jadi nombok subsidi," sebutnya.
Mahalnya tarif turut menjadi faktor penyebab sulitnya desalinasi air laut diterapkan di kota Balikpapan. Sehingga akan ditujukan ke pelanggan industri apabila terealisasi.
"Seperti perhotelan, perumahan mewah, coastal road, bandara dan pelabuhan. Mereka mampu bayar tarif kalau jadi desalinasi," sebutnya.
Balikpapan memang dihadapkan persoalan kebutuhan air baku hingga 1.000 liter per detik. Keberadaan Waduk Manggar hingga Waduk Teritip dan Waduk Sungai Wain belum mampu menutupi.
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang