Sedangkan untuk likuid (minyak dan kondensat) produksinya mencapai 30,34 kbpd, sedikit lebih tinggi daripada target teknis WP&B 2020 yakni 28,43 kbpd.
Capaian berkat penambahan produksi dari sejumlah sumur baru yang selesai dibor pada 2019 dan telah mulai berproduksi pada awal tahun ini, serta upaya pemeliharaan sumur-sumur (work over & well services) yang ada.
Dari sisi pendapatan, bagi hasil untuk Pemerintah RI adalah US$ 216,58 juta, masih di atas target WP&B 2020 yakni US$ 199,37 juta. PHM juga mencatat 655 hari kerja atau 56.935.201 manhours (pada tanggal 31 Maret 2020 lalu) tanpa Lost Time Injury (LTI) atau tanpa kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja.
General Manager PHM, John Anis, mengatakan produksi gas dan minyak bumi di WK Mahakam hingga Kwartal 1 2020 tidak terdampak oleh pandemi Covid-19.
"Namun hal yang harus kita cermati dan menjadi keprihatinan bersama adalah dampak penurunan harga minyak mentah dunia terhadap permintaan produksi migas kami," kata John Anis, Minggu (3/5/2020).
Harga minyak mentah dunia anjlok hingga di bawah US$30 per barel, sebagai akibat dari banjir pasokan di pasar ditambah lemahnya permintaan global buntut kebijakan lockdown yang diterapkan banyak negara untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.
John Anis berharap pemerintah bersedia memberikan bantuan terhadap industri hulu migas demi mengurangi tekanan. (*)
Penulis/Editor: */Hendra