Oleh sebab itu, para kalangan penggiat media sosial Balikpapan bersepakat untuk tidak mengunggah informasi terkait Covid-19 di luar dari sumber berkompeten.
Salah satu penggiat media sosial akun Facebook Balikpapanku, Anggi Alfonso menuturkan, penyebaran berita hoax khususnya di Balikpapan masif terjadi. Terbukti belum lama ini sudah ada tiga kasus berita hoax terkait virus corona di Balikpapan.
"Kita tahu di Balikpapan sendiri kita lihat sampai detik ini sudah ada tiga kasus orang yang menyebarkan hoax di Balikpapan dan diharapkan tidak ada kasus keempat atau kelima dan seterusnya mengenai masalah hoax tersebut,"ungkap Anggi di sela kegiatan sharing dan diskusi menangkal berita hoax di media sosial, Rabu (15/4/2020) siang.
Dia meminta penggiat media sosial di Balikpapan untuk terus menggali potensi untuk edukasi terhadap masyarakat.
"Diharapkan kegiatan ini nantinya bakal mengurangi penyebaran hoax di media sosial karena mereka akan mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya sebelum mem-posting. Jadi sebenarnya edukasi untuk mengatasi penyebaran hoax ini untuk dilakukan seperti kegiatan kami,"jelasnya.
Dikatakan Anggi, ketika masyarakat melihat postingan berita di media sosial yang meragukan tidak perlu untuk disebarkan. Jika ingin membagikan, berita tersebut untuk dipastikan kebenarannya terlebih dahulu.
"Untuk saat ini semua dinas di Balikpapan sudah memiliki akun media sosial, ya jadi kalau menurut saya jika melihat konten yang meragukan kebenarannya kita bisa menanyakan langsung kepada dinas atau pihak terkait menganai informasi tersebut,"pintanya.
Dia juga berpesan bahwa edukasi tersebut bisa dilakukan di lingkungan terdekat seperti keluarga atau tetangga.
"Cukup dimulai dari keluarga kita sendiri jika kita mengetahui ada informasi yang belum valid kebenarannya agar tidak menyebarkannya,"jelasnya.
Di akhir kegiatan diskusi tersebut para pegiat akun media sosial bersepakat dan mengimbau masyarakat untuk mendukung program pemerintah terkait penanganan Covid-19 yang sedang dan akan dilakukan.
"Kami mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona serta menolak berita atau informasi hoax,"tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: M.Huldi