"Stok APD terus berdatangan. RSKD juga lakukan pengadaan sendiri. Tapi kalau di sana kekurangan, ya kami kirimkan," kata Andi Sri Juliarty, Kamis (9/4/2020).
Gudang farmasi milik Dinas Kesehatan tak hanya menyimpan APD. Ada juga alat kesehatan, rapid test, vitamin dan asupan gizi. Digunakan untuk tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.
"Semua sumbangan APD dan lainnya yang diterima wali kota juga masuk ke gudang farmasi kami. Kan tidak bisa disimpan sembarangan, harus steril," sebutnya.
Namun untuk 500 unit rapid test bantuan dari Kementerian Kesehatan telah habis digunakan untuk uji cepat kepada tenaga medis yang menangani langsung pasien Covid-19. "Tapi rapid test yang pengadaannya dari APBD masih berlangsung," ucapnya.
Dirinya tak mempermasalahkan apabila pihak rumah sakit melakukan pengadaan secara mandiri ketika APD dan alat kesehatan tak mencukupi untuk menghadapi pandemi virus Corona.
"Ya nggak apa-apa, karena kan memang disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk konsumsi saja kan butuh 3 kali sehari," ujarnya.
Tak jarang bantuan juga ada yang berupa makanan. Hanya saja perempuan yang akrab disapa dokter Dio ini menegaskan bantuan makanan itu diberikan kepada petugas kesehatan. Bukan untuk pasien.
"Kalau bagi pasien kan makanannya tertakar dari instalasi gizi. Tetapi jika ada yang mengirimkan makanan untuk pasien, ya tetap diterima dan masuk dulu ke ruang instalasi gizi," pungkasnya.
Penulis/Editor : Hendra