"Karena biasanya isu SARA dijual oleh politikus ataupun calon yang tidak punya gagasan politik yang membangun," kata Bursah Zarnubi usai membuka Latihan Kepemimpinan Kebangsaan, Jumat (13/3/2020).
Sehingga menjadi tugas anak muda atau kaum milenial untuk menjaga agar pemilihan umum dan iklim demokrasi di Indonesia tetap damai. "Tidak apa-apa politik identitas itu ada, tapi kondusivitas harus tetap dijaga," ujarnya.
Kaum milenial, lanjut Bursah, punya peranan penting untuk mengingatkan bahwa politik identitas tidak menakutkan dan tidak mengancam persatuan. Caranya dengan membuka kanal atau saluran diskusi literasi.
"Supaya politik identitas yang diaktualisasikan tidak menjadi angkara murka, tidak menjadi bara bagi persatuan bangsa," terangnya.
Sementara Ketua Panitia Latihan Kepemimpinan Kebangsaan, Yuniarto menyebut kegiatan angkatan pertama dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang kepemimpinan dan kebangsaan kepada kaum muda.
"Sekaligus untuk menyongsong pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, jadi kaum muda dari berbagai elemen termasuk mahasiswa kami berikan pembekalan," timpalnya.
Kegiatan ini, kata Yuniarto, dilaksanakan selama tiga hari dengan menghadirkan narasumber nasional dan lokal seperti Yudi Latif yang merupakan cendikiawan muslim dan pakar Pancasila.
"Wakil Wali Kota Balikpapan Pak Rahmad Mas'ud rencananya juga akan menjadi pemateri. Ada juga Ketua Umum DPP GMNI 2015 - 2017 Chrisman Damanik," pungkasnya.
Penulis/Editor : Hendra