"Terutama jalur pelayaran yang masuk ke kota Balikpapan, karena kita kan ada direct call dari Hong Kong, Tiongkok dan Jepang. Kewaspadaan kepada para kru kapal," kata Rahmad Mas'ud, Selasa (28/1/2020).
Tidak hanya melalui udara. Virus corona ditengarai bisa menyebar melalui kontak fisik secara langsung dari orang yang sudah terjangkit. Sehingga sangat berbahaya karena menyebabkan kematian.
"Para agen kan biasa langsung ke kapal dan kontak fisik dengan para kru dan perwira kapal. Ini yang perlu kita peringatkan agar waspada dan melakukan upaya pencegahan karena risikonya lebih besar," sambungnya.
Sehingga INSA, lanjut Rahmad, telah pula menyampaikan kepada Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai operator dari regulasi pelayaran. Mengingat barang kargo yang masuk lebih banyak dari luar negeri.
"Ingat, kontak itu tidak hanya berupa fisik orang per orang, barang-barangnya kan juga bisa menjadi tempat virus dan memang mayoritas barang datang dari Tiongkok," sebutnya.
Seperti diketahui, Tiongkok atau China merupakan salah satu negara eksportir terbesar di Asia. Bahkan barang-barang yang dikirim dari Negeri Tirai Bambu itu menyebar ke seluruh dunia.
"Memang belum tentu barang itu bisa terpapar, tapi tetap perlu diwaspadai," ujar Rahmad yang juga menjabat Wakil Wali Kota Balikpapan ini.
Kendati dirinya belum mendapatkan laporan masuknya virus corona di kota Balikpapan. "Alhamdulillah, belum ada dan mudah-mudahan tidak ada, pelayaran juga masih normal," ucapnya.
Namun ia akan menyampaikan ke kementerian terkait untuk menyetop sementara alur pelayaran dari luar negeri terutama daerah yang terjangkit virus corona. "Itu kalau ternyata ada indikasi," tandasnya.
Penulis/Editor : Hendra