Isran Noor mengaku tak perlu memberi evaluasi kepada daerah yang mendapatkan sedikit Panji. "Enggak perlu di evaluasi lagi, itu kan sudah hasil evaluasi. Ada yang 16 ada yang 10," ujar Isran ditemui usai apel. Isran berharap, pemerintah kabupaten kota, agar berkaca dari raihan Panji keberhasilan tersebut. "Tidak perlu di imbau lagi. Mereka (pemerintah kabupaten kota) sudah tahu sendiri," paparnya.
Sementara Walikota Balikpapan Rizal Efendi menjelaskan, raihan Panji Keberhasilan Pembangunan ini, akan menjadi pemicu bagi upaya Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan kinerja. "Target kami, memang menjadi role model kota-kota di Indonesia. Terutama di Kalimantan. Kami bersyukur atas raihan ini, dan ini makin memperkuat langkah kami," kata Rizal.
Balikpapan sendiri meski memuncaki raihan Panji Keberhasilan, namun secara jumlah mengalami penurunan. Pasalnya, pada 2019 lalu Kota Minyak, memboyong 19 panji keberhasilan. Dibawah Balikpapan, ada Kabupaten Berau yang memperoleh 19 panji. Jumlah yang sama, diraih Kota Samarinda. Selanjutnya, Kabupaten Kutai Kartanegara mempertahankan 7 panji sama dengan perolehan tahun sebelumnya. Sementara Kota Bontang, menerima 6 panji.
Lokasi calon Ibukota Negara (IKN) Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu masing-masing memperoleh 2 panji. Sedangkan Kutai Timur terima 1 panji. Begitu juga Kabupaten Kutai Barat menerima 1 panji atau turun 1 panji dari tahun sebelumnya memperoleh 2 panji. Sementara Kabupaten Paser pertahankan 1 panji.[*]
Penulis : Rusdi
Editor: Aspian Nur