"Pertamina tugasnya memenuhi BBM dalam negeri, salah satunya di jalan tol. SPBU Modular ini khususnya juga untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar saat Natal dan Tahun Baru," kata Boy, Jumat (20/12/2019).
SPBU Modular ini beroperasi 24 jam serta menyediakan Pertamina Dex dan Pertamax Turbo dalam bentuk kemasan masing-masing 10 liter. Kemudian ditunjang truk tangki kapasitas 16 KL yang berfungsi sebagai mobile storage.
"Truk tangki itu untuk mengantisipasi apabila terjadi lonjakan kebutuhan BBM bagi masyarakat yang ingin mencoba jalur Tol Balsam," jelasnya.
Selain itu, Badan Usaha Milil Negara (BUMN) ini telah membentuk satuan tugas atau satgas sejak 14 November 2019 dan selesai 8 Januari 2020. "Kerja satgas bisa diperpanjang bila diperlukan," ucapnya.
SPBU di lokasi lain juga disiagakan terutama pada titik-titik yang diprediksi akan terjadi peningkatan kebutuhan BBM. Kendati diakui Boy belum terjadi lonjakan permintaan BBM.
"Bahkan konsumsi BBM cenderung turun di Kalimantan. Tapi kami tetap siaga, meningkatkan cadangan stok Premium 6 persen, Pertalite 9 persen dan Pertamax 3 persen," bebernya.
SPBU Modular, lanjut Boy, bersifat sementara sampai Pertamina mendapat izin untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang permanen di Tol Balsam.
"Kalau terjadi lonjakan, maka mobil dispenser kami yang berkapasitas 10 KL meluncur ke sini. Layanan 24 jam," tukasnya.
Dirinya meyakini konsumsi BBM di Kalimantan tidak melonjak signifikan pada momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2019. Tidak seperti di Jawa dan Sumatera yang tingkat permintaan sangat tinggi pada momen tertentu.
"Permintaan BBM di Kalimantan tidak tinggi mungkin karena banyak yang mudik ke Jawa atau daerah lainnya. Kalau di Jawa itu malah tim sepeda motor di luar tol yang siap mengirim BBM manakala terjadi kemacetan lalu lintas," tandasnya.
Adapun peningkatan permintaan Premium di Kalimantan Timur sebesar 6% dari konsumsi normal bulanan atau sekitar 853 KL/hari menjadi 899 KL/hari. Sedangkan Pertalite sebesar 6,7% atau sekitar 977 KL/hari menjadi 1.042 KL/hari.
Kemudian Pertamax sebesar diyakini tidak ada peningkatan stok dan Pertamax Turbo sebesar 46% atau menjadi 7 KL/hari. Lalu konsumsi gasoil (Solar, dexlite, dan Pertamina Dex) turun 9% mengacu pada data historis Nataru 2018.
Penulis/Editor : Hendra