"Saya punya data lengkap, bagaimana anggaran PDAM diduga banyak disalahgunakan," kata Taufik yang juga mantan aktivis dari National Corruption Watch, Senin (18/11).
Dirinya menegaskan data yang ia miliki serta hasil investigasi rekan-rekannya di kelompok aktivis antikorupsi akan diserahkan kepada Komisi II. "Termasuk menginspeksi untuk mengecek setiap data yang saya berikan," tegasnya.
Taufik pun menyinggung PDAM Tirta Manggar yang selalu meminta bantuan kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Sedangkan hasilnya, ia sebut tidak transparan.
"Itu tidak baik, saya siap mendukung dan siap perang jika PDAM tidak terbuka tentang anggaran selama ini," tekannya.
Taufik lantas mengungkap PDAM Tirta Manggar mengajukan anggaran penyertaan modal sebesar Rp3 miliar dan masuk dalam batang tubuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019.
"Kata Dirut PDAM, 45 persen untuk operasional. Selain gaji pegawai, kemana lagi dananya? Ini harus terbuka karena itu semua uang rakyat," sebutnya.
Taufik pun menandaskan, perusahaan daerah dibentuk oleh pemerintah daerah. "Uang yang dipakai dari setoran pajak, jangan semena-mena menggunakan uang rakyat," tandasnya.
Penulis/Editor : Hendra