Mereka terdiri dari Mardani H Maming dan H Abdul Wahid (Kalimantan Selatan), Dr. Isran Noor dan Prof. Dr. H Masjaya (Kalimantan Timur), Dr. M Fanshurullah dan maman Abdurrahman (Kalimantan Barat), Dr. Agustin Teras Narang dan Dr. Rahmat Nasution Hamka (Kalimantan Tengah) serta Dr. Martin Billah dan Dr. Yansen TP (Kalimantan Utara). “Kami berharap Presiden Jokowi dapat mengangkat tokoh Kalimantan ini duduk di Pemerintahan Kabinet Kerja Jilid II,” kata Harianto.
Adanya tokoh masyarakat asal Kalimantan untuk bisa duduk di kabinet karena paham akan kondisi karamteristik di Kalimantan. Terlebih Ibu Kota Negara (IKN) akan berada di wilayah Kalimantaj Timur. "Dalam konsolidasi akbar tersebut juga menghasilkan rekomendasi antara lain mendukung sepenuhnya dan siap mengawal pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur," sebutnya lagi.
Selain itu pihaknya juga mendesak pemerintah untuk mencabut izin perusahaan-perusahaan di Kalimantan yang tidak ramah lingkungan dan tidak pro terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. "Tentu kami juga mengkritisi banyaknya kerusakan lingkungan di wilayah Kalimantan," kata Harianto. (*)
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur