"Kami minta tidak pakai memakai kresek terutama yang berwarna hitam. Pakai wadah yang bisa dipakai berulang," kata Heria Prisni, Senin (5/8/2019).
Wadah yang ia maksud seperti besek dan tas kloso dari anyaman bambu atau rotan. Sedangkan bagi yang berkurban agar turut membantu pengadaan wadah. "Tapi itu masih imbauan dan nanti ditandangani wali kota," ucapnya.
Berdasarkan data DP3, hewan kurban yang masuk ke Kota Balikpapan sebanyak 1.661 ekor. Sementara dari peternak lokal berjumlah 1.018 ekor.
"Jadi ada 2.679 ekor sapi. Kalau kambing 374 ekor. Kalau tahun lalu sekitar 3 ribu lebih sapi kurban," bebernya.
Tim DP3 telah melakukan pengecekan kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang dijual pedagang. "Ada 20 titik lokasi penjualan dan mudahan H-1 penyuluhan dilakukan ke panitia kurban," harapnya.
Selain itu, patut diawasi adalah anthrax walau pada tahun lalu bebas dari penyakit tersebut. Hanya ditemukan cacing hati pada sapi kurban.
"Saya lupa jumlah kasus untuk cacing hati, tapi kalau anthrax bebas 100 persen," sebutnya.
Dirinya pun memastikan hewan kurban yang masuk harus menjalani proses karantina untuk pengecekan kesehatan sebelum diperjualbelikan.
"Hewan kurban yang dinyatakan sehat dan layak akan diberi stiker dan sudah ada 20 lokasi yang kami berikan," tukasnya.
Penulis/Editor : Hendra