Ini berdasarkan hasil peninjauan langsung yang dilakukan pada Senin (3/6) siang.
Dari pantauannya hingga H-2 , masih banyak penumpang yang belum bisa berangkat. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah penumpang yang diangkut.
"Sampai saat ini kan H-2 sudah ternyata masih banyak yang belum bisa berangkat. Ini karena kuota kapal kan terbatas sesuai dengan alat keselamatannya. Ini kita lagi diskusi untuk mencari solusi agar orang bisa terangkut dulu," ujarnya.
Menurut Sugihardjo, adapun solusi yang akan diberikan adalah dengan mengurangi jumlah kuota kendaraan dan menambah kuota penumpangnya. Saat ini, setiap feri rata-rata bisa mengangkut 35 kendaraan roda empat. Rencananya dibatasi 15 unit saja.
“ Sisanya untuk memuat orang, jadi kuota orang bisa ditambahkan,” tambahnya.
Saat disinggung soal alat keselamatan jika menambah kuota orang, Sugihardjo mengaku akan menambahkannya sesuai manifes penumpang. “Tentunya kalau tambah penumpang ya kita akan tambah juga alat keselamatannya dong. Pokoknya keselamatan itu yang utama,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah meminta izin kepada Kemenhub untuk meminta bantuan satu unit kapal feri lagi dari Kabupaten Mamjuju atau Kota Samarinda. Ini untuk mengakomodir penumpang yang belum terlayani.
“Saya juga sudah telpon Pak Mentri minta izin penambahan armada feri. Kita mintakan dari Mamujunya juga dan yang terdekat dari Samarinda. Insyallah sore sudah bisa ada kepastian lah ya,” tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor : M.Huldi