"Iya, memang laporan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ada kenaikan volume sampah karena warga memproduksi makanan berlebihan, tapi banyak juga yang terbuang," kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi (10/5).
Ia pun menyarankan pedagang agar menggunakan daun pisang atau kemasan lainnya yang higienis dan ramah lingkungan. Pasalnya, Pemkot Balikpapan tengah menggalakkan pengurangan plastik secara bertahap.
"Ke depan harus dipikirkan kemasan alternatif yang tanpa plastik, atau bisa dibikinkan khusus kemasannya, supaya penggunaan kantong plastik juga berkurang," tuturnya.
Selain itu, Pemkot Balikpapan mulai memberlakukan perubahan jadwal jam membuang sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Semula jadwanya adalah mulai pukul 18.00 sampai 06.00 WITA.
Kini durasi membuang sampah itu justru dipersingkat menjadi 18.00 - 24.00 WITA. Hanya saja sosialisasinya belum tersampaikan secara menyeluruh ke warga.
Rizky, warga Kelurahan Batu Ampar ini belum mengetahui perubahan jadwal tersebut. "Belum tahu kalau jadwalnya berubah," ucapnya.
Dirinya baru mengetahui ketika membaca pengumuman yang tertempel di TPS. "Ya, pas saya baca, tapi kan bisa saja ada warga lainnya yang nggak baca, jadi ya asal buang," lanjutnya.
Dirinya berharap perubahan jadwal itu juga membuat pengangkutan di TPS lebih tepat waktu agar sampah tidak semakin menumpuk.
"Kalau warga pasti juga menyesuaikan jadwal yang baru, semoga juga petugas yang mengangkut sampah dari TPS ke TPA juga seperti itu," tandasnya.
Penulis: */Hendra
Editor: M. Huldi