Lagu kebangsaan itu dibunyikan melalui aplikakasi musik telepon pintar berlangsung khidmat. Tetapi ditengah massa bernyanyi, tiba-tiba telepon seluler yang digunakan untuk mengiringi lagu Indonesia Raya terdengar bunyi panggilan masuk.
Rupanya para peserta aksi tidak banyak yang hafal lagu Indonesia Raya terbukti, ada kesalahan syair dan intonasi. Kendati demikian massa aksi terus semangat menyanyikan lagu kebangsaan hingga selesai.
Korlap Aksi, Raja Doli Siregar mengatakan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya yang menuding KPU Balikpapan terindikasi berbuat kecurangan.
"Indikasi kecurangan kami telah dapati, kami meminta indikasi tersebut ke Bawaslu agar diproses pelanggaran yang terjadi, bukan hanya di Balikpapan akan tetapi di Indonesia," ujarnya.
Dia juga mengkritisi terkait banyaknya korban jiwa penyelenggara Pemilu yang mencapai ratusan orang.
"Banyaknya korban Ketua KPPS, pengawas hampir 500 orang yang meninggal. Kami merasa prihatin. Tidak ada sama sekali iba dengan kondisi banyaknya yang meninggal. Kami menyampaikan agar segera diusut tuntas," katanya.
Selang beberapa saat, salah satu tokoh aksi Rona Fortuna H Siregar kemudian menyudahi aksi tersebut yang baru berlangsung sekira 15 menit. Padahal dalam surat pemberitahuan ke Polres Balikpapan aksi akan berlangsung hingga pukul 18.00 wita.
"Ya ada sesuatu hal kita sudahi saja, aksi kita ada penyusup yang akan membuat ricuh jadi kita sudahi saja," tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Hendra