"Sehingga nantinya dapat lahir prajurit-prajurit yang mampu berprestasi untuk waktu yang akan datang, dan menjadi TNI Angkatan Darat yang dapat dibanggakan oleh keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Subiyanto.
Kapenrem 101/Antasari Mayor Caj Iskandar menjelaskan bahwa dalam proses rekrutmen ada pengkhususan bagi putera daerah dari wilayah terpencil sebagai bentuk kepedulian TNI AD, khususnya pulau terluar, perbatasan dan pedalaman, yang selama ini kesulitan untuk mengakses pendaftara calon prajurit.
"Dikarenakan faktor jarak yang terisolir, lokasi yang cukup jauh, faktor ekonomi dan faktor lainnya. Hal ini dilakukan karena akan berpengaruh langsung terhadap pembangunan kekuatan TNI AD apabila para prajurit tersebut kembali ke daerah asalnya sebagai pengawal perbatasan NKRI," jelasnya.
Oleh sebab itu dalam proses penerimaan calon prajurit melalui perencanaan yang matang sehingga dalam pelaksanaannya berlangsung baik." Melalui tahap penyeleksian yang dilakukan secara ketat, dengan tetap mempertimbangkan aspek kualitas sumber daya manusia, agar diperoleh hasil yang diharapkan," pungkasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Hendra