“(On Farm) sudah mulai dikenalkan ke petani dan November nanti dijalankan dengan menghimpun gabah atau beras dari hulu. Ya, untuk penguatan pasokan,” kata Muhammad Anwar, Minggu (14/10).
Program itu, lanjut Anwar, juga berupa pemberian bibit, perawatan tanaman hingga panen padi. “Hasilnya kami (Bulog) yang menyerap dan petani juga diberikan pendampingan dengan menghadirkan akademisi pertanian,” jelasnya.
Alasan Bulog memilih kabupaten Penajam Paser Utara karena merupakan sentra produksi beras medium dan sebagai penopang pengadaan beras di Kalimantan Timur. Terlebih realisasi pengadaan beras mencapai 4.357 ton dari 4.500 ton yang ditargetkan.
“Capaian itu seluruhnya dari Penajam Paser Utara dan terus meningkat dari realisasi tahun lalu yakni 3.719 ton dari 15 ribu ton yang ditargetkan,” papar Anwar.
On Farm yang dicanangkan meliputi On Farm Mandiri Bulog yakni usaha tani yang didanai dan dikelola oleh Bulog pada lahan sendiri atau sewa lahan ke pihak lain. Ada juga On Farm Mandiri Petani.
“Kalau pola kedua itu berupa usaha tani yang didanai dan dikelola oleh mitra kerja On Farm dan Bulog dapat melakukan pendampingan serta membeli hasil panen dari petani,” terangnya.
Kemudian pola On Farm Kemitraan berupa kerja sama usaha tani antara Bulog dan mitra kerja. “Di sini kami berkewajiban memberikan paket pinjaman sarana produksi dan kewajiban mitra kerja membayar kembali setelah panen,” tukasnya. (hn)