Sebanyak 115 nelayan di kota Balikpapan telah menerima paket
konverter kit tersebut. "Kemarin, 71 nelayan di wilayah Sepinggan hingga
Lamaru telah menerima paket. Kalau hari ini untuk 42 nelayan di Kampung
Baru," bebernya.
Program konversi merupakan penugasan yang tertuang dalam
Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018. "Kalau menggunakan
LPG, nelayan bisa menghemat biaya operasional hingga Rp50 ribu per hari,"
sebut Yudi.
Burhanuddin, warga asal Sepinggan ini menjadi salah satu
nelayan yang menerima paket konversi dan ia mengaku dapat menghemat biaya bahan
bakar selama melaut. "Biaya saya melaut jadi lebih murah daripada
sebelumnya. Waktu masih pakai minyak, ya banyak ongkos keluar," ucap
Burhanuddin yang juga mendapatkan mesin baru untuk perahunya.
Paket konverter kit BBM ke LPG itu terdiri beberapa komponen
yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung
LPG 3 kg, dan aksesoris pendukung lainnya. Penyaluran paket konversi juga
dilakukan untuk nelayan kecil yakni 1.000 paket di kabupaten Kutai Kartanegara,
113 paket untuk kota Bontang dan 143 paket di kota Samarinda. Pertamina juga
akan membuka 1 pangkalan khusus untuk melayani nelayan. (*)