Disnaker Setop Program Pelatihan Kerja
1 menit baca2.321 kali dibaca

BALIKPAPAN - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menghentikan sementara program pelatihan kerja yang dibiayai APBD Balikpapan. Sedangkan program yang menggandeng pihak lain tetap berjalan.
Kepala Disnaker Balikpapan, Tirta Dewi menjelaskan, dihentikannya program tersebut karena anggaran sekitar Rp600 juta telah habis.
“Memang sedikit anggarannya dan justru dengan kerja sama pihak lain itu lebih membuka peluang dalam persoalan pendanaan,” kata Tirta Dewi (10/10).
Dirinya menyebut kerja sama yang dimaksud dengan menggandeng Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bandung. “Tahun ini kita mendapat jatah 18 tenaga mesin produksi untuk dilatih di sana,” ucapnya.
Selain itu, 16 tenaga welding atau pengelasan juga akan dilatih di BBPLK Serang. “Kedua BBPLK itu punya Kemenakertrans dan ada 40 orang juga dilatih oleh Kementerian ESDM,” lanjutnya.
Disnaker menargetkan 150 orang dilatih keterampilan khusus dalam setahun. Caranya dengan bekerja sama pihak kementerian ditengah keterbatasan anggaran daerah. “Kami juga menggandeng pihak perusahaan dan seperti proyek RDMP Pertamina, Balikpapan kan dapat kuota 400 tenaga kerja di bidang HSE,” ungkapnya.
Hanya saja dari 400 tenaga itu bisa berkurang dikarenakan pada saat menunggu pelatihan, juga diterima bekerja di tempat lain. “Ketika sudah bekerja, ya kita persilakan saja kalau mau mundur. Tidak masalah,” ujar Tirta.
Sedangkan yang sudah menjalani maupun akan mengikuti pelatihan menjadi modal bagi pencari kerja karena peluang bekerja cukup banyak di kota Balikpapan.
“Seperti HSE Pertamina, ya jelas untuk mendukung upgrading kilang minyak. Tapi pelatihan itu, tidak hanya untuk di proyek Pertamina saja,” jelasnya.
Pasalnya, ketika menunggu dan ternyata pencari kerja mendapat tawaran dari perusahaan lain, maka bisa dimanfaatkan kesempatan tersebut.
“Jadi tidak diharuskan ke sana (RDMP), karena tujuan pelatihan adalah agar calon tenaga kerja mendapatkan skill dan tersertifikasi,” pungkas Tirta. (hn)










