Koordinator Lapangan aksi HMI Balikpapan, Angkit langsung diamankan petugas untuk menghindari adanya bentrokan yang lebih besar. Bukannya aksi berhenti, penangkapan ini justru memicu emosi para pendemo. Bentrok pun tak terelakkan.
Ketua Cabang HMI Balikpapan, Rizki Usman mengatakan tindakan kepolisian sudah melewati batas. "Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi dan mendukung polri memberantas korupsi. Kami datang dengan memberikan semangat dengan #semangatpoldakaltim dan #penjarakankoruptor namun represif yang kami terima," ungkapnya saat melakukan orasi.
Dirinya khawatir jika kasus rasuah yang merugikan negara sekira Rp11 miliar tersebut mandeg jika tidak dikawal. "Jelas ada kekhawatiran kasus ini mandeg lagi karena belajar dari pengalaman. Kasus ini kan sempat ditangani Polres tapi KPK menunjuk Polda Kaltim mengambil alih kasus ini di tahun 2016 sempat mencuat namun tiba-tiba hilang sampai ditahun ini diangkat kembali ini bentuk komitmen kami mengawal dan mendukung Kepolisian," beber Mahasiswa Universitas Balikpapan Fakultas D4 K3 ini.
Korlap Aksi unjuk rasa, Angkit menambahkan ada dua tuntutan yang disampaikan yakni mendesak Polda Kaltim segera selesaikan kasus korupsi RPU di Kota Balikpapan dan menuntun Polda Kaltim agar bersifat transparan terbuka dan jujur dalam kasus RPU.
"Apabila beberapa tuntutan tidak terlaksana dalam waktu yang ditentukan maka kami akan turun kembali untuk mengepung Mapolda Kaltim dengan jumlah massa lebih besar," timpalnya.
Ditempat yang sama Waka Polres Balikpapan, Kompol Andre Anas mengungkapkan tindakan yang dilakukan petugas sudah sesuai prosedur. Tindakan yang dilakukan semata untuk melindungi keamanan para pengunjuk rasa.
"Tadi memang ada kondisi yang demikian (chaos) itu semua untuk keamanan dan kepentingan bersama tidak pun hari ini kalau lain waktu akan menanyakan perkembangan kasus silahkan koordinasi ke kami. Kami siapkan tempat dan batasi pesertanya karena ruangannya kecil," tuturnya.
Sebelumnya lanjut Andre sudah ditawarkan kepada para pengunjuk rasa untuk menggunakan kendaraan bus yang sudah disiapkan petugas akan tetapi ditolak dan ingin melakukan konvoi menggunakan sepeda motor.
"Kita tawarkan biar nyaman dijalan nanti takutnya konvoi dijalan malah jatuh kecelakaan kita tidak mau untuk itu. Kita sudah siapkan bus dan dua mobil inova namun yang bersangkutan ngotot melakukan konvoi," ujarnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor: Firman Hidayat