Dalam prosesnya, daging-daging yang telah ditimbang dimasukan ke besek yang telah dialasi kertas lalu ditutup. Daging dalam besek itu kemudian ditempatkan ke dalam tas kloso agar warga yang menerima mudah membawa pulang.
"Semoga ke depan cara ini bisa diikuti warga kota Balikpapan ketika merayakan kurban karena semua bahan yang dipakai ini ramah lingkungan, mudah terurai," lanjutnya.
Hj Nurlena menambahkan, selain mudah terurai, besek dan tas kloso masih bisa dimanfaatkan seperti besek sebagai tempat bumbu dapur dan lainnya. Sedangkan tas kloso dipakai kaum ibu ketika berbelanja di pasar.
"Besek ini banyak loh manfaatnya. Ibu-ibu bisa menyimpan bawang, lombok atau bumbu-bumbuan. Kalau yang ke pasar juga bisa pakai tas kloso ini, jadi gak perlu bawa kantong plastik," imbuhnya.
Penggunaan besek dan tas kloso merupakan usulan Hj Nurlena dan kedua produk buatan tangan itu didapatkan dari Pasar Pandansari. "Jadi pelaku UKM bisa berdaya karena produknya kita manfaatkan dan pendapatan mereka juga bertambah," ucapnya.
Untuk diketahui, keluarga Rahmad Mas'ud dalam perayaan Idul Adha tahun ini mengurbankan 40 ekor sapi. Dari jumlah itu, 8 ekor disembelih di kediaman pribadi untuk 1.000 kupon dan 16 ekor disembelih di Kampung Baru. Sementara sapi kurban lainnya disebar.
Penulis : Hendra
Editor: Firman Hidayat