"Awalnya sih malu, tapi juga penasaran. Pas kuasnya sudah ke wajah, ya saya cuek aja. Ini pertama kali dilukis," ucap Rahma tersipu.
Rahma pun ingin dilukis karena mengapresiasi seniman. "Kalau gini kan bisa dilihat. Bagaimana mereka melukis, hasilnya seperti apa juga. Ya, senang lah. Pertamanya aja malu," tukasnya.
Lukis wajah itu dilakukan oleh komunitas Utara Paints yang sudah berdiri sejak 3 tahun lalu.
Para pelukis tampak telaten menyapukan kuas yang sudah dicelupkan ke cat warna. Cat yang digunakan bukan cat pada umumnya digunakan mewarnai dinding rumah.
"Kita pakai cat khusus yang lebih aman untuk wajah. Mudah hilang kalau disiram air. Warnanya pun luntur kalau berkeringat," ungkap Edi Supriono, Koordinator Utara Paints.
Saat itu, Edi dan kelima rekannya tak hanya melukis corak batik. Beberapa pola seperti bola dan bendera juga dilukisnya.
"Ya, kalau tema pagi ini kan Asian Games 2018. Jadi kami juga melukis sesuatu yang berhubungan dengan olah raga. Kami juga tidak memungut biaya ke warga yang mau wajahnya dilukis," ujarnya seraya mencelupkan kuas ke cat dan menyapukan ke wajah yang dilukis.
Penulis : Hendra
Editor: Firman Hidayat