“Ya, ini hasil kunjungan saya kemarin dan mendapat rekomendasi dari Pemprov DKI Jakarta mengenai pengelolaan sungai dan limbah di sana,” kata Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, Selasa (24/7).
Tim yang terdiri dari dua orang itu memerhatikan bantaran dan arus sungai di sungai Ampal. Mulai dari di jembatan Hotel Zurich kemudian di jalan Beller hingga ke kawasan hulu di dekat Pasar Segar. Mereka juga membawa data berisikan jalur dan debit air yang biasa mengalir di sungai Ampal.
“Tim ini punya teknologi semacam pompa air yang sekaligus bisa menyuling air sungai menjadi air bersih dan sampahnya juga bisa terpilah,” ungkapnya.
Teknologi itu lah yang menjadi ketertarikan Pemkot Balikpapan untuk mendatangkan tim ahli dari negeri kincir angin itu untuk melihat secara langsung kondisi di kota ini.
“Semua nanti ada perhitungannya, mulai dari debit air ketika hujan dan daya tampung sungai sehingga jumlah kebutuhan pompa bisa diketahui, jadi tidak banjir lagi,” jelasnya.
Rahmas menginginkan hasil dari tinjauan lapangan itu bisa diketahui secepat mungkin. “Kalau soal pompa itu tidak akan susah, yang lama justru pemilahan sampahnya karena harus ada filter per miligram untuk sisa kotorannya,” terangnya. (hn518)