“Sudah pernah diusulkan tapi tercoret ketika pembahasan APBD. Tapi kondisinya sekarang mendesak dan untuk di kawasan itu kira-kira dibutuhkan biaya Rp4,5 miliar yang mungkin bisa dialokasikan di APBD 2019 karena khawatir tidak cukup kalau di APBD Perubahan tahun ini,” kata Rizal Effendi.
Sedangkan untuk mengatasi seluruh titik rawan banjir dan tanah longsor dibutuhkan Rp600 miliar. “DPRD-kan fokus pada persoalan banjir. Nah, sekarang kita tindak lanjuti dan yang mendesak akan kita kerjakan di APBD Perubahan seperti pengerukan sedimen di sungai Ampal dan sungai Sepinggan,” ujarnya.
Dirinya juga meminta masyarkat untuk turut andil dengan melakukan kerja bakti massal membersihkan drainase di wilayahnya pada hari Minggu dan hari libur lainnya. Sedangkan untuk drainase yang besar akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Kalau untuk muara sungai Ampal harus dilebarkan sekitar 40 meter karena lebar yang ada sekarang ini cuma 20 meter. Dilebarkan mulai dari samping hotel Zurich yang kira-kira 15 meter yang dibagi 7,5 meter untuk kiri dan kanan badan sungai,” jelasnya.
Hanya saja rencana pelebaran muara sungai Ampal itu harus membebaskan keberadaan puluhan rumah penduduk. Sementara di tengah prioritas penanganan banjir, Dinas PU mendapat kucuran belanja modal Rp380 miliar yang dibagi untuk bidang pengairan dialokasikan Rp68 miliar.
“Seharusnya bidang pengairan dapat lebih, minimal 30 persen supaya yang prioritas bisa dikerjakan secepatnya. Kalau untuk penanganan longsor juga segera dikerjakan karena semua itu proses dan waktu yang tidak sebentar, makanya ada yang diprioritaskan,” ucapnya.
Kemudian untuk korban yang rumahnya terdampak longsor di Klandasan Ilir kemarin akan dibantu pembiayaan sewa rumah. “Kita juga coba lihat, apakah bisa membantu biaya stimulan dari Dana Tidak Terduga agar mereka bisa kembali membangun rumah. Nanti kita bahas,” tandas Rizal Effendi.
Plt Kepala Dinas PU Balikpapan, Yusri Ramli menambahkan bahwa pembebasan lahan sungai Ampal masih dalam proses di BPN. “Luasnya sekitar 15 hektare dan tahun ini dianggarkan sekira Rp6 miliar dengan sistem appraisal,” imbuhnya. (hn518)