"Sesungguhnya karena masih musim liburan dan ada juga pekerja yang karena aktivitasnya berada di luar daerah sehingga baru merekam datanya pada hari ini," kata Hasbullah Helmi (5/7).
Kondisi ini, diakui Helmi tak hanya terjadi di kota Balikpapan saja, melainkan di semua daerah. "Bahkan sebelum Pilgub Kaltim kemarin, warga yang merekam data naik signifikan karena mereka ingin mencoblos," ungkapnya.
Rata-rata Disdukcapil melayani 400 jiwa dalam perekaman KTP El. Sedangkan saat sebelum hari pencoblosan bisa mencapai 600 sampai 700 orang.
Sementara untuk pendatang tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Bahkan cenderung fluktuatif dengan Januari sebagai bulan tertinggi angka pendatang yakni berkisar 2.100 jiwa.
"Setelah itu, jumlah pendatang paling tinggi sekitar 1.800 jiwa dan itu pun naik turun setiap bulan. Bahkan Juni kemarin cuma 800 jiwa lebih saja warga pendatang yang masuk kota ini," ungkapnya.
Rendahnya angka pendatang pada Juni itu disebabkan libur lebaran dan dinas kantor hanya 12 hari kerja. "Wajar turun dan untuk melihat apakah ada lonjakan pada semestar pertama, nanti akan dilihat pada akhir Juli ini dan dilaporkan pada Agustus mendatang," jelasnya.
Sementara itu adanya lonjakan turunnya penumpang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan di Pelabuhan Semayang bisa menjadi indikator pertumbuhan penduduk. (hn518)