“Berkas-berkas yang ada kita terima dulu dan nanti ketika sudah bisa diakses maka akan kita bantu pengisiannya di online. Jadi orangtua dan calon siswa tak perlu khawatir,” kata Imam Suja’i (2/7).
Panitia PPDB mau tidak mau diharuskan lembur selama sistem tidak bisa diakses. “Jangan gara-gara sistem offline lantas PPDB tidak jalan. Masyarakat kan harus dilayani dengan baik. Tidak boleh dikecewakan,” tegasnya.
Meski begitu, dirinya meyakini pihak Telkom sebagai provider penyedia jaringan internet berkomitmen mengatasi permasalahan ini. SMAN 1 juga tetap melayani pendaftaran selama ada antrean meski pelayanan sebenarnya sudah tutup jam 12 siang.
“Tapi yang kita layani adalah calon siswa yang sudah memasukan berkas pendaftaran. Kalau belum, ya sebaiknya besok saja mendaftarnya. PPDB tahun lalu kan juga begitu, sampai jam 6 sore. Yang pasti kuota PPDB kita 352 siswa,” ungkapnya.
Sehingga orangtua calon siswa tinggal mengambil tanda bukti di depan berkas pendaftaran untuk SMA terfavorit di kota Balikpapan yang pada sistem zonasi kali ini mendahulukan calon siswa Ring 1.
“Itu untuk calon siswa yang RT-nya berada dekat SMAN 1 dan juga gakin. Setelah terpenuhi, maka PPDB untuk Ring 2 bagi calon siswa tingkat kelurahan akan dibuka diantaranya Mekarsari, Telagasari, Klandasan Ilir dan Gunung Sari Ilir,” pungkasnya. (hn518)