Anggota Unit Satwa Polda Kaltim Bripda Jaka Gogor mengatakan, anjing ini dilatih khusus oleh pawang dari Mabes Polri, dan merupakan anjing pelacak khusus atau caksus.
“Kami juga punya anjing pelacak umum untuk pencarian pelaku pembunuhan atau pun orang hilang. Kemarin, anjing untuk spesialisasi itu kita bawa juga ke bandara ini,” kata Jaka, Rabu (13/6).
Kedua anjing impor itu dilatih sejak berusia 6 bulan dengan alasan masih lincah bermain. Masa pelatihan paling singkat yang dijalani selama 3 bulan.
“Kalau untuk mencari satu barang yang difokuskan seperti TNT atau bahan peledak yang lain, si Jabo ini bisa melakukannya,” ujar Jaka sembari sesekali mengelusi anjing berwarna krem kecokelatan ini.
Kesulitan dalam melatih hewan yang dikenal paling setia dengan majikannya ini karena termasuk dalam kategori pemakan daging atau carnivora. Dirinya sendiri menyebut dengan anjing galak.
“Anjing itu harus mengenal pengasuhnya. Caranya dimulai dengan memberinya makanan, serta selalu sering berdekatan agar tahu aroma tubuh tuannya yang mengasuh dan melatih,” jelasnya.
Hingga H-2 Idulfitri, operasi yang dilakukan Unit K-9 belum menemukan narkoba maupun barang berbahaya lainnya. Operasi yang dilakukan juga digelar setiap hari selama 24 jam hingga arus balik selesai. (hn518)