“Saya terima Rp1,8 juta dengan insentif. Itu pun sering mengalami keterlambatan gaji sampai 10 hari. Kalau awal tahun kemarin malah terlambat 2 bulan,” kata Edi, usai mengikuti upacara Hardiknas di lapangan Merdeka.
Edi bersama rekannya yang lain telah membentuk Forum Komunikasi Guru Honor dan Naban Balikpapan. Melalui forum itu lah tuntutan disuarakan. “Sudah sering ketemu anggota DPRD dan Wali Kota. Tapi belum ada tindaklanjutnya,” ujar Edi.
Dia menambahkan, di tempatnya mengajar, terdapat 8 guru honorer dan 4 ASN termasuk kepala sekolah.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin menjelaskan, honor mereka akan disesuaikan dengan UMK Balikpapan Rp2,6 juta.
“Sebenarnya sudah ada yang UMK dan tergantung masa kerja. Jika mengajar selama 5 tahun maka mendapat insentif minimal Rp500 ribu dan gaji pokoknya Rp1,8 juta. Kalau jam mengajarnya melebihi 24 jam mendapat Rp75 ribu per kelebihan jam. Jadi sudah ada yang dapat hingga Rp2,7 juta,” terangnya.
Saat ini guru honor tingkat SD berjumlah 935 orang dan 670 guru SMP yang bercita-cita diangkat menjadi ASN. “Tapi itu kewenangan KemenPAN-RB. Kami cuma bertugas bagaimana agar guru honorer lebih sejahtera lagi. Caranya dengan mendata para guru yang diminta untuk diangkat sebagai ASN,” pungkasnya. (hn518)