"Kondusifitas Balikpapan memiliki kedudukan hak dan kewajiban terutama mutlak kita jaga," ucap Plt Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud pada acara musyawarah dan dialog umat beragama Kota Balikpapan, di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Sabtu (28/4) siang.
Dia meminta kepada masyarakat untuk bisa mengutamakan sikap saling hormat menghormati dan toleransi.
"Saling menghormati dan menghargai antar umat beragama sangat perlu dilakukan terutama menjelang Pilgub dilanjutkan Pilpres di 2019 sangat rentan terjadi isu Sara,"katanya.
Dia berharap hasil musyawarah tersebut dapat diimplementasikan dan disosialisikan kepada masyarakat. "Hasil musyawarah ini selanjutnya dapat disosialisasikan. Tokoh agama agar terus menumbuhkan semangat kerukunan umat beragama," pintanya.
Sekretaris FKUB Balikpapan, Muhammad Jailani menambahkan bahwa hasil musyawarah tersebut merekomendasikan agar umat beragama mengedepankan kondusifitas Balikpapan.
" Tidak melakukan gerakan yang membuat situasi menjadi tidak kondusif dan membuat gelisah masyarakat. Semuanya harus sinergi seluruh pemuka agama harus bersinergi," jelasnya.
Terkait rumah ibadah untuk tetap dijadikan tempat beribadah dan tidak digunakan sebagai lokasi politik praktis.
"Kalau membicarakan situasi negara untuk kemaslahatan umat diperbolehkan saja, tapi kalau sudah membahas paslon dan kegiatan politik lainnya itu yang tidak diperbolehkan," katanya.
Dia menambahkan, rekomendasi yang menjadi perhatian selanjutnya adanya penyebaran berita hoax yang sudah berkembang.
"Jangan terbawa isu yang tidak ada dasarnya seperti hoax setiap berita diklarifikasi dengan baik. Jangan mudah menshare postingan yang belum jelas kebenarannya," tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Supiansyah