“Sebenarnya banyak para kiai mendorong saya sebagai Capres saja. Tapi cawapres paling realistis bagi kami,” ujar Cak Imin.
Dia menerangkan, pendekatan dengan sejumlah para tokoh sudah dilakukan, diantaranya seperti pendekatan kepada Joko Widodo.
“Masih lama, politik itu dinamis. Tentu yang paling menetukan adalah koalisi partai,” terangnya.
Menurut Cak Imin, koalisi PKB tetap seperti Pilpres di tahun 2014 lalu. Di mana PKB bersama partai lainnya, tetap mengusung Jokowi sebagai Capres di tahun depan. “Makanya target kita menjadi wakilnya Pak Jokowi. Sehingga suara PKB saya kira cukup di situ,” sebutnya.
Hingga kini, Cak Imin mengaku, masih terus melakukan komunikasi politik dengan Jokowi dan seluruh partai. “Terus kita komunikasi terutama dengan Pak Jokowi, dan partai-partai terus kami datangi. Puncaknya ini masih sampai 4 Agustus depan,” ucapnya.
Untuk suara PKB di Kaltim dan Balikpapan, hal tersebut kata Cak Imin, masih perlu diperkuat lagi baik di DPR RI maupun DPRD.
“Ini ‘kan saya dapat dukungan dari para kiai. Tentu proses ini akan kami bawa pada tingkat nasional. Dan keputusannya nanti masih panjang apakah bisa bareng dangan Pak Jokowi terus, atau apakah tidak. Ya masih lama waktunya,” terangnya.
Dia juga menganggap wajar meski banyak tokoh lain yang melakukan pendekatan dengan Jokowi. “Itu wajar. Pokoknya sebelum tanggal 4 Agutus semuanya sama, perkembangan akan pasti dinamis,” sebutnya.
Diketahui, dukungan dari para kiai terus mengalir pada Cak Imin mendampingi Jokowi. Termasuk kiai di Kaltim, yang telah mendeklarasikan Cak Imin sebagai cawaspres.(yud)