Pemkot Optimistis Tambah PAD dari Depo Kontainer
1 menit baca679 kali dibaca
BALIKPAPAN - Pemerintah segera meresmikan depo terminal barang di kawasan industri Kariangau, pada HUT Kota Balikpapan ke-120 tahun, Februari 2018 mendatang.
Saat ini ada 142 hektare lahan pemerintah di dalam Kawasan Industri Kariangau (KIK), yang didalamnya dimanfaatkan untuk pergudangan barang. Terminal depo peti kemas ini baru disiapkan sekitar 4 hektare.
Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud mengatakan, jika depo terminal barang ini beroperasional, diperkirakan Pemkot akan memperoleh PAD miliaran rupiah tiap bulannya.
“Saya buat ini supaya PAD bisa buat pemerintah. Itu seumur hidup sepanjang aktivitas bongkar muat di pelabuhan itu hasilnya jauh lebih besar. Setiap bulannya, kita bisa dapat miliaran,” kata Rahmad, kemarin.
Dia menerangkan, Depo terminal barang ini bagian dari langkah pemerintah, mendukung pengembangan KIK yang kini sudah memiliki Kaltim Kontainer Terminal (KKT). Selain itu, juga banyak perusahaan serta pergudangan yang mendukung kegiatan industri migas, pertambangan, perkebunan dan kegiatan lainnya.
Apalagi nantinya dengan adanya jalur tol, diyakini bongkar muat barang di Palaran Samarinda, akan bergeser ke depo terminal barang yang dikelola Pemkot.
“Orang kalau mau masukin kargo, kapasitasnya harus banyak. Kalau di Samarinda, paling hanya 1.000 TEUs saja di Sungai Mahakam karena pendangkalan. Tapi kalau di sini bisa 3.000-4.000 TEUS. Jadi nanti arahnya masuk ke sana. Apalagi jalur Samarinda –Balikpapan lebih dekat setelah ada tol,” ungkapnya.
Rahmad juga menjelaskan, pengelolaan depo terminal barang ini dikelola perusda Balikpapan. Rencananya Pemkot melalui perusda akan melakukan MoU dengan Pelindo, terkait keberadaan depo container ini.
“KKT juga kan milik perusda provinsi. Kita manfaatkan aktivitas itu dengan adanya depo container,” ujarnya.
Dalam regulasi bongkar muat di KKT, yang kini dikelola Pelindo yakni paling maksimal 3-5 hari berada di dalam pelabuhan. “Makanya itu ada DepO (milik Pemkot). Kita buat supaya ini bisa meningkatkan PAD kota,” tukasnya. (din)










